KABATA.ID, TERNATE—Pemerintah
Kota Ternate diminta segera selesaikan krisis Air Bersih. Seruan ini
disampaikan oleh Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) dalam Kampanye
yang di gelar di beberapa titik, termasuk di Pasar Barito, Kelurahan Gamalama, Kota
Ternate. (06/10/26)
Mereka menuntut agar Pemerintah
Kota Ternate segera menyelesaikan masalah air bersih, mengingat persoalan air
adalah kebutuhan dasar manusia. Menurut Gamhas dari hasil advokasi mereka ada
beberapa kelurahan yang mengalami krisis air bersih.
Berdasarkan temuan lapangan
yang dilakukan oleh Gamhas, ada beberapa catatan penting yang semestinya
diseriusi oleh pemerintah kota ternate.
Dalam kampanye tersebut,
Koordinator Lapangan (korlap) menerangkan bahwa di musim kemarau yang berkepanjangan
ini warga mengalami krisis air bahkan mereka sampai membeli air isi ulang (depot)
dengan harga 5 sampai 10 ribu per hari untuk kebutuhan mencuci dan memasak, bahkan
ada yang menggunakan profil tank dengan harga Rp. 80.000, yang dipakai selama 1
minggu.
“Kelurahan Foramadiahi, RT
07 berkisar 20 rumah mengeluhkan air bersih yang tidak mereka rasakan secara
layak, lalu Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan RT 01 pun mengeluhkan hal
yang sama” Ucap Al
Untuk di Kelurahan Sasa,
masyarakat mengeluhkan soal pihak PDAM yang mendistribusikan air bersih
berdasarkan patokan nominal (harga) yang harus ditentukan mulai dari biaya
pemasangan pipa berkisar Rp.1.800.000, menurut warga tidak sepantasnya pihak
PDAM melakukan hal tersebut.
Selain, dua kelurahan
diatas, Gamhas juga mengidentifikasi di Kelurahan RT 13 yang hampir 24 rumah
belum mendapatkan air yang layak, juga di Kelurahan Tubo RT 08 yang posisinya
di dataran tinggi juga mengeluhkan hal yang sama, mereka berharap pihak PERUMDA
Ake Gaale agar secepatnya melakukan pengdistribusian air yang merata.
“Kami mengidentifikasi
beberapa kelurahan dari Selatan ke Utara hampir semuanya meminta hal yang sama,
yaitu pemenuhan air bersih, rata-rata mereka sudah tidak mampu membeli air baik
itu di depot, pun mengisi profil olehnya Pemerintah Kota Ternate tidak boleh
diam dengan situasi ini” Tegas Al
Berikut Beberapa Tuntuan
dalam Kampanye GAMHAS:
- Aktifkan bak penampung di Kelurahan Foramadiahi
- Distribusi air bersih di Kelurahan Tubo RT 08
- Pemkot Ternate evaluasi dirut PDAM yang tidak becus
- Selsaikan air bersih di Kelurahan Foramadiahi RT 07, Sasa Puncak RT 01, dan Tabona RT 13
- Hentikan Reklamasi di Maluku Utara
- Tolak Pertambangan di Maluku Utara
- Bebaskan 5 warga Banemo yang di tahan POLDA Maluku Utara
- Cabut 10 IUP di pulau mangoli
- Tangkap dan adili pelaku pembunuhan di Haltim-Halteng
- Tangkap dan adili pelaku Kekerasan Seksual di Kampus
- Hentikan tindakan represif terhadap aktivis. (Red)